Laringoskop s/c

  • May 20, 2011 20:32

Sesuai pakem, laringoskop selalu berbaring miring di sudut kiri atas. Tetapi pagi ini dia demam, menyengat sangat panas. Hal yang paling memungkinkan adalah: short circuit.

Short circuit atau biasa disingkat s/c, merupakan kondisi dimana arus berjalan “singkat” diantara dua kutub yang berlawanan tanpa impedansi elektrik. Dalam bahasa ibu, sering disebut dengan istilah korsleting atau konslet. Lawan katanya adalah open circuit.

Secara elektrik, laringoskop merupakan piranti yang minim serat kabel. Hanya pin konduktor sepanjang beberapa senti dengan pegas di sumbu badan sebagai penghantar kutub positif, dan logam badannya sebagai penghantar arus negatif. Diantara keduanya dipisahkan oleh bahan isolator sehingga tidak terjadi s/c. Hal ini beberapa kali terjadi. Sekalinya [sekalinya..??], karena ujung penghubung kutup positif laringoskop menyentuh badan blade. Kelihatannya sepele, tapi belum pernah terduga s/c terjadi pada laringoskop yang kering, baru dan kelihatan baik-baik saja.

Ah, tidak penting.

“Mencari Penyakit”

  • August 19, 2010 00:07

Sebuah paradoks. Hingga saat ini, frase: “Cari Penyakit” lebih diartikan sebagai kurang kerjaan, atau mencelakakan diri. Padahal makna tadi hanyalah makna kiasan. Makna yang sebenarnya yakni benar-benar-benar mencari penyakit, dalam hal ini mencari diagnosis.

Hal yang sulit adalah mencari penyakit yang tidak kelihatan. Padahal tindakan ini harus dilakukan dengan cermat untuk menghindari kecelakaan. Untuk mencarinya dibutuhkan pengalaman dan kebiasaan menemukan penyakit penyerta lainnya.

Sebagai ilustrasi saja, pada kasus kelainan kongenital harus dicari kemungkinan defek kongenital pada organ vital lainnya.
A: adakah malformasi jalan nafas.
B: apakah nafasnya reguler. bagaimana dengan suara parunya kanan maupun kiri dari atas hingga ke basal, harus dikonfirmasi dengan foto thoraks, mungkinkah ada kolaps paru atau pneumothoraks,
C: mungkinkah ada kelainan jantung bawaan, periksa dengan tenang, lalu diprovokasi dengan menangis apakah timbul kebiruan, bagaimana dengan ginjal, lalu bagaimana dengan gambaran darahnya.

Pesan Guru Besar pekan lalu: ketahui setiap lubang dalam perjalanan, sehingga kita siap dan selamat dengan cara menghindari lubang-lubang tersebut.

Tu7uh!

  • July 4, 2010 22:08

Karena bulan Juli bekerja di theatre 7, jadi kepikiran uniknya angka ini. Di labirin, banyak formula yang melibatkan angka 7.

Tidal Volume. Pada dewasa, berkisar antara 6-8ml per kgBB, jadi nilai tengahnya adalah 7.
EBV. Patokan pada dewasa adalah 70ml per kgBB, dikalikan 7 lalu ditambah nol. Tidak perlu menambah angka nol untuk mencari 10% EBV. Tentu saja tinggal mengalikan 2 untuk menentukan batasan 20% EBV-nya
Operatif  Fluid Requirements. Prosedur stress sedang, kebutuhan pada jam pertama adalah 14 ml per kgBB, terkesan memaksa tapi toh kelipatan 7 juga. :)

ROG diatas meja.

  • June 20, 2010 16:24

Induksi GA bisa dianalogikan dengan menerbangkan armada. Setelah semua preflight check dan re-check oke, maka dimulai ROG.  Analgetik beronset cepat dan durasi singkat diberikan untuk memudahkan induksi, seperti hanlnya membersihkan runway dari kerikil besar dan alang-alang. Kemudian sedatif, ibarat gimbal throttle,  diberikan sesuai AUW hingga dirasa cukup adekuat sampai pesawat benar-benar tinggal landas. Setelah dipastikan tidak ada stall, lalu muscle relaxant masuk. Muscle relaxant ini tidak bisa disamakan dengan satu channel manapun di radio, tapi bila diibaratkan mirip kumpulan/mixing beberapa hal, yaitu: retracting landing gear & flap, sehingga pesawat akan lebih laju karena tanpa drag. Pada saat nanti pesawat dijadwalkan landing, landing gear harus benar-benar siap keluar dengan kokoh sebelum pesawat menyentuh runway.

Keseluruhan mesin anestesi ibarat sistem radio control. Mulai dari transmitter, receiver, crystal, servo, ESC, dan motornya. Corrugated adalah kabel-kabel, meskipun awet dan tanpa software tapi tetap harus patent. Dalam hal ini belum didapatkan analogi untuk bellows, kira-kira mirip apa. Karena pesawat yang ini bukan pesawat beneran, maka pemantauan kondisi penerbangan utama adalah melihat monitor. Loop, invert, stolten, dan lain-lain tidak bisa dilakukan, dan jangan sampai terjadi! Target utama adalah mengendalikan pesawat agar tetap dalam kondisi level sedangkan faktor penganggu selalu ada ,  baik dari luar maupun dalam. Sama seperti mempertahankan armada dari crosswind, downwind dan upwind mendadak. Sedangkan faktor internalpun ada, misalnya: Center of  Gravity (CG)-nya kurang pas, wing tidak simetris, setting rudder dan elevatornya kurang presisi dan sebagainya. Tapi justru disitulah kita belajar. Belajar mengusahakan agar pesawat tetap level dengan selalu menjaga gimbal.

Ada banyak pendapat yang berbeda mengenai kelayakan terbang, tapi secara umum bisa disimpulkan menjadi dua hal. Pendapat pertama mengatakan bahwa, jika pesawat tidak layak terbang lebih baik dibatalkan saja daripada jadi masalah. Sedangkan pendapat kedua menyatakan bahwa,  kita harus berani menerbangkan pesawat dengan kelainan-kelainan, karena jika tidak demikian kita akan menjadi pilot yang penakut dan tidak bisa menerbangkan pesawat rusak, bahkan belum tahu bahayanya pesawat rusak.

Labirin 1.0

  • June 19, 2010 11:14

Secara wajar, siapapun tentunya butuh adaptasi -kalau bukan pemaksaan diri- untuk menjalani kehidupan yang berbeda dengan kebiasaan sebelumnya. Hidup  27 jam sehari di dalam labirin satu hektar, hanya ada satu pintu masuk dan keluar. Sejak dari hari Senin berganti  Senin, lalu Senin lagi. Tapi ini adalah pilihan -lebih halusnya: bagian dari hidup- yang harus dilalui.  Bertemu dengan orang yang berbeda dengan aktivitas sebelumnya, teman-teman dan remeh temeh.

Ada kata-kata bijak yang cukup menghibur: ” Tali busur harus ditarik kuat kebelakang, agar anak panah melesat jauh dan kencang”

*semoga tali itu cukup kuat, dan tidak putus* ^_^