Beberapa blok dari inervasi Pleksus Brakhiales yang dapat dilakukan untuk prosedur tindakan di lengan atas diantaranya:

Blok Pleksus Interskalenus (Meier)
Subyek berbaring, menoleh ke kontralateral dan agak mengangkat kepala. Saat terlihat tepi lateral m.strenokleidomastoid tampak “interscalenus groove” diantara m.skalenus anterior dan medial. Insersi jarum setinggi “thyroid notch — yakni kira-kira dua sentimeter diatas tulang krikoid, pada tepi posterior m.sternokleidomastoid. Insersi menyusuri area interscalenus dengan arah kaudal & lateral, pada sudut 30 derajat terhadap kulit. Respon stimulus: m.deltoid dan m.biseps. Injeksi agen lokal saat respon stimulus adekuat tercapai pada 0,3 sampai 0,1 mA. Sebagai patokan, arah insersi yaitu sepertiga tengah klavikula. Arteri subklavia merupakan penanda tepi kaudal cekungan interskalenus. Ini dapat diidentifikasi dengan palpasi atau dengan bantuan Doppler Vaskuler.

Perbedaan dengan pendekatan klasik Winnie; lokasi tusukan yaitu pada 1-2 cm diatas tusukan Winnie. Arah tusukan pada teknik Meier kearah kaudal lateral, sedangkan pada teknik Winnie kearah medial dorsal kaudal. Dengan demikian lebih mudah mencapai pleksus. Pendekatan Meier juga cocok untuk penggunaan kateter kontinyu.

Blok Infraklavikular Vertikal (VIB) – Kilka, Geiger, Mehrkens
Subyek berbaring, tandai prosesus akromion ventralis dan jugular notch. Tarik garis lurus diantara keduanya, tandai pada pertengahannya. Insersi harus tepat dibawah klavikula, benar-benar pada bidang sagital kearah vertical. Pleksus dapat tercapai pada kedalaman 3 sentimeter, maksimal 5 senti! Respon stimulus berupa fleksi jari, diharapkan tetap tercapai pada 0,3 sampai 0,1 mA. Blok ini berisiko terjadinya pneumotoraks, sehingga pastikan untuk menghindari:

  • tusukan terlalu jauh ke medial,
  • melenceng dari bidang sagital,
  • menggunakan jarum >6cm.

Saat telunjuk menempel prosesus korakoid di sisi lateral dan klavikula disisi cranial, tepi medial telunjuk sebagai marker tempat injeksi. Teknik ini harus selalu menggunakan stimulator.
Teknik Raj, dimodifikasi oleh Borgeat.
Marker sama, pada pertengahan jugular notch dan ujung anterior prosesus akromion. Tusukan pada satu sentimeter dibawah klavikula. Tangan ipsilateral abduksi 90 derajat dan elevasi 30 derajat. Jarum mengarah ke lateral, pada sudut 45-60 derajat menuju titik paling proksimal dimana arteri aksilaris masih teraba pulsasinya. Risiko pneumotoraks lebih rendah karena arah jarum ke lateral